samiaji bintang

June 5, 2008

Senjata Tak Bertuan*)

Filed under: Law, Topic — samiajibintang @ 4:00 am
Tags:

JENIS: senjata rakitan. Panjang: hampir satu meter, popor kayu hitam. Diserahkan oleh: Nasiran. Usia: 50 tahun. Ketua front PETA Blang Mancung, kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Disita: tanggal 30 Oktober 2007 oleh Polsek Ketol.

Tulisan itu tertera di secarik karton merah dengan huruf-huruf yang diketik, lalu diikatkan pada senapan.

Moncong senjata itu tegak menghadap langit-langit. Karat menggerogoti bagian dalam pipa besi yang menjadi lubang melepas peluru. Berat senapan sekitar satu kilogram. Seluruh badan senapan dicat hitam. Di popor kanan menempel stiker bendera merah putih, bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika tidak teliti benar, dari jauh tampilan senjata itu mirip Avtomat Kalashnikova 1947 buatan Rusia yang populer disebut AK 47, dan senapan M16 buatan Amerika Serikat.

Senin pagi, 8 November 2007, senjata itu ‘dipamerkan’ kepada wartawan di luar rumah dinas Kepala Kepolisian Daerah Aceh di Blang Padang. Sebanyak 17 senjata laras panjang rakitan dipajang di situ.

Selain senapan rakitan, di situ juga dipajang dua pucuk senjata organik jenis M16. Dalam kertas laporan penyitaan barang bukti, senjata ini adalah senapan standar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Senjata ini ditemukan oleh Dedi Irwansyah di Desa Alue Peunawa, Kuala Batee, Aceh Barat, pada 5 Agustus 2007. Ia warga desa Teupin Gajah, kecamatan Kota Fajar, Aceh Selatan, dan berusia 25 tahun.

Senjata ini diserahkan kepada Kepolisian Resor Aceh Barat tanggal 6 Agustus 2007. Selain senjata, diterima pula 17 amunisi kaliber 5.56 yang masih aktif. Penyitaan merujuk pada surat telegram Kapolda No. Pol: STR/BB/X/2007/Dir Reskrim tanggal 30 Oktober 2007 tentang permintaan senjata api ilegal yang merupakan hasil operasi dan penyerahan dari masyarakat kepada Polri.

Kepala Polda Aceh Inspektur Jenderal Polisi Rismawan segera dirubungi wartawan foto dan televisi saat memegang senjata jenis senapan serbu ini. Rismawan tersenyum sembari mengamati senjata yang juga digunakan para tentara Amerika Serikat dalam Perang Vietnam, Teluk dan Perang Irak itu.

Saya menanyakan bagaimana polisi mendapatkan dua senapan organik itu kepada Rismawan.

“Dua senjata organik itu ditemukan tidak bertuan,” jawab Rismawan. (more…)

Cinta Lama Endy Bayuni*)

Filed under: Media, Topic — samiajibintang @ 3:33 am

Dia mengawali karier di The Jakarta Post dan kembali lagi setelah malang-melintang di media asing. Dia membawa gaya penulisan baru, pintar membaca peluang bisnis, dan kini memimpin jaringan media Asia.

LELAKI itu berdiri di antara para undangan. Dia mengenakan setelan jas dan celana panjang hitam. Dari balik kacamatanya, dia mengamati orang-orang datang. Di tangannya segelas anggur. Sesekali dia melempar senyum, menyapa, berjabat tangan, tertawa, dan menerima ucapan selamat dari para tamu.

Pesta tengah digelar di tepi kolam renang sebuah hotel berbintang lima di kawasan Kuningan, Jakarta. Lampu-lampu hias meliliti batang palem dan kelapa yang menjulang mengitari kolam. Beberapa pramusaji berjas putih mengedarkan anggur dan minuman ringan di baki.

Di buku tamu saya membaca nama duta besar Amerika Serikat, Inggris, Lebanon, Libya, Chile, Korea Selatan, Meksiko, dan puluhan pejabat serta orang penting lain. Malam itu, Selasa, 25 April 2006, harian The Jakarta Post berulang tahun ke-23.

Lelaki tadi tak lain Endy Mouzardi Bayuni. Sudah dua tahun dia menjabat pemimpin redaksi The Jakarta Post, suratkabar berbahasa Inggris yang diterbitkan Kelompok Kompas Gramedia.

“Ini kesempatan kita melakukan diplomasi lewat jurnalisme,” ujarnya kepada saya malam itu. (more…)

April 30, 2008

Aceh di Mata ICG

Filed under: Politic, Topic — samiajibintang @ 10:49 am

International Crisis Group meramalkan munculnya konflik baru di Aceh pasca Helsinki. Namun, dalam 13 poin rekomendasi lembaga ini yang ditujukan kepada pemerintah Indonesia, pejabat GAM maupun BRA, tak satu pun menyatakan pentingnya pembentukan KKR sebagai usaha penyelesaian hukum terhadap pelanggaran HAM di Aceh.

MEREKA DUDUK melingkar di sisi meja bundar. Pelayan menyajikan hidangan penutup makan siang. Setelah itu kopi dan teh disodorkan.

“Kami seperti kangen-kangenan, cerita tentang masa lalu. Dia duduk di tempat dia duduk dulu. Aku duduk di tempat aku duduk dulu,” kata Irwandi Yusuf, gubernur Aceh.

Dia yang dimaksud Irwandi adalah Pieter Cornelius Feith yang lebih dikenal dengan Pieter Feith. Ia pernah menjabat ketua Aceh Monitoring Mission (AMM). Lembaga ini dibentuk selepas perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka dan pemerintah Indonesia ditandatangani di Helsinki pada Agustus 2005. (more…)

March 4, 2008

Banning the Crescent Rose in Aceh

Filed under: Politic, Topic — samiajibintang @ 3:55 am

Bendera Lama Partai GAM

ACEHNESE hatred toward Jakarta seems like raise, again. This time appeared during a discussion in the main room of D’ Rodya Café, mid February 2008. Aceh Governor Irwandi Yusuf, Head of Aceh Parliament Sayed Fuad Zakaria, and General Secretary of GAM Party Yahya Mu’az, some of law practitioners, and prominence were attended at the café where located in downtown of Banda Aceh. They had one voice in order to urge Aceh government to resist against Jakarta’s policy. (more…)

February 19, 2008

Misteri Kematian Si Ham

Filed under: Law, Topic — samiajibintang @ 2:49 am

LIMAPULUH persen saya tidak percaya berita di koran,” sungut Mukhlisin.

Ia guru pengajian anak-anak di Masjid Thursina yang berada di Desa Pulo Mesjid. Desa ini berada di Kecamatan Tiro Truseb, Pidie. Peci hitam hampir tak pernah lepas menutup kepalanya. Badan tinggi. Kurus. Mata kanan agak juling. Gaya bicaranya lugas. ia ramah dan amat dikenal warga desa sebagai guree ngaji. Selain mengajar membaca Al Qur’an di masjid, siang hari ia bekerja sebagai buruh bangunan. Jika ada warga desa yang meninggal, ia selalu ditunjuk menjadi orang yang memandikan jenazah mendampingi keluarga mayat. (more…)

Next Page »

Blog at WordPress.com.