samiaji bintang

February 22, 2007

Kebun Kopi, Gerilyawan, dan Milisi

Filed under: Politic, Topic — samiajibintang @ 9:55 am

Konflik membelah warga Gayo, pro atau kontra republik. Saling memerangi. Di masa damai mereka bersatu di kebun kopi.

Oleh SAMIAJI BINTANG*)

Jemur Biji Kopi

ARABICA. Robusta. Timtim. Sidikalang. Jember. Dia sebut satu per satu jenis kopi itu. Bukan hanya nama, dia juga hafal bagaimana karakter tiap jenis. Paham kekurangan si Timtim. Kenal harumnya sang Robusta. Tapi pengalaman dia membuktikan, hanya Arabica yang paling laku di pasaran.

Dia anak kedua dari keluarga petani kopi. Kopi menjadi kebanggaan orangtuanya. Selama berbilang tahun ongkos kebutuhan hidup bisa tertutup dari hasil panen kopi. Kebun orangtuanya seluas dua hektar. Hasil dari kebun itu juga yang membiayai sekolah dia dan dua saudaranya hingga tamat sarjana.

Nama lengkapnya Bardan Sahidi. Orang Gayo. Anak kedua dari tiga bersaudara. Ketika pemilihan umum legislatif 2004 silam, Partai Keadilan Sejahtera setempat menjagokan dia untuk duduk di parlemen. Kini, dalam usia 28 tahun, bapak beranak satu ini menjadi legislator termuda di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Aceh Tengah.

Biji-biji dari buah tanaman itu pula yang diandalkan para tetangganya, dan warga di Kabupaten Aceh Tengah. Meski hanya dipanen antara Oktober hingga Februari dalam setahun, kalau harga sedang bagus, hasilnya bisa buat pendidikan anak. Beli kendaraan bermotor. Parabola. TV. Radio, atau perabot lain. (more…)

February 20, 2007

Memancing Iklan di Kolam Pilkada

Filed under: Media, Topic — samiajibintang @ 4:52 am

newspaperDUA WAJAH menyembul di balik lipatan harian Serambi Indonesia edisi Senin, 6 November lalu. Sepasang wajah itu juga terpampang di sejumlah billboard di jalan-jalan Banda Aceh dan kabupaten atau kota lain di Aceh dengan embel-embel akronim H2O alias Humam-Hasbi Oke.

Humam Hamid adalah ketua badan pekerja Aceh Recovery Forum, organisasi nonpemerintah yang didirikan pasca tsunami. Sementara Hasbi Abdullah pernah menjadi anggota dewan pakar Partai Persatuan Pembangunan. Keduanya sama-sama mengajar di Universitas Syiah Kuala.

Isi suplemen yang berformat tabloid itu melulu puji-pujian untuk calon gubernur dan wakil gubernur Aceh tersebut, selain ajakan memilih mereka kendati masa resmi kampanye masih dua pekan lagi. Dalam pemilihan umum legislatif tahun 2004 di Aceh, partai berlambang Ka’bah yang mengusung kedua kandidat tadi meraih suara pemilih terbanyak.

Tak ada keterangan ataupun sepotong penjelasan untuk pembaca yang menerangkan bahwa suplemen berbentuk tabloid 16 halaman itu advetorial atau pariwara. Advertorial adalah akronim dari advertisement dan editorial yang pada dasarnya iklan, bukan berita. (more…)

Blog at WordPress.com.