Kejayaan cengkeh di Simeulue berakhir dan perekonomian warga hancur akibat ulah Tommy Suharto dan kebijakan ayahnya saat menjabat presiden Indonesia.
PINTU gudang itu sedikit terbuka. Dari balik pintu baja terlihat sebuah pos jaga dengan jendela kawat nyamuk.
Hanya gundukan pasir yang mengisi gudang tersebut, sebuah bangunan yang terletak di tepi jalan raya Tengku Di Ujong, Sinabang, ibukota kabupaten Simeulue.
“Sudah kosong, tidak ada isinya,” ujar Muhammad Deni. (more…)

Samiaji Bintang is a journalist who is a contributor to the “Pantau” foundation of Aceh. Pantau started its life as a magazine published by the Institute for the Study of the Flow of Information (Institut Studi Arus Informasi – ISAI). Due to funding difficulties, the Institute decided to close the magazine in 2003. In August 2003, the people involved in the magazine decided to create the “Pantau” foundation. The magazine was published again with a politico-cultural focus. Alas, financial difficulties once again forced the magazine to close. Pantau is now an online news site that still focuses on the social, political, and cultural issues that affect Aceh.
What struck me about Pantau is that unlike many other media in the country, their articles are presented in a compelling, story-telling style supported with deep research and a complete knowledge of the Aceh culture. This style, this knowledge is reflected in Samiaji Bintang’s blog… (more…)
SUKMAWATI mengarahkan tinjunya ke langit. Gerimis membasahi baju dan kerudungnya.
“Hidup korban konflik!” teriak seseorang, dengan megafon.
“Hidup!” pekik Sukmawati. Matanya berair. Tangan kanannya diacungkan lagi ke langit.
(more…)
SYAHRINA Prihatini tak suka bicara politik. Alumnus madrasah aliyah (atau setingkat sekolah menengah atas) di Banda Aceh ini memilih siaran film asing atau mendengarkan lagu daripada menonton diskusi politik.
“Tidak menarik sama sekali. Karena cuma omongan, tidak dalam kenyataan,” ujarnya, ketus.
Ia juga tak percaya pada politikus. (more…)