“LIMAPULUH persen saya tidak percaya berita di koran,” sungut Mukhlisin.
Ia guru pengajian anak-anak di Masjid Thursina yang berada di Desa Pulo Mesjid. Desa ini berada di Kecamatan Tiro Truseb, Pidie. Peci hitam hampir tak pernah lepas menutup kepalanya. Badan tinggi. Kurus. Mata kanan agak juling. Gaya bicaranya lugas. ia ramah dan amat dikenal warga desa sebagai guree ngaji. Selain mengajar membaca Al Qur’an di masjid, siang hari ia bekerja sebagai buruh bangunan. Jika ada warga desa yang meninggal, ia selalu ditunjuk menjadi orang yang memandikan jenazah mendampingi keluarga mayat. (more…)