samiaji bintang

July 7, 2008

Lelaki Gondrong di Balik Lensa

Filed under: Media, Topic — samiajibintang @ 10:21 am

Tarmizy Harva memotret selebritis Jakarta hingga konflik Aceh. Tahun 2004 ia dianugerahi penghargaan dari World Press Photo


MALAM ITU, pertengahan Februari 2008, sejumlah wartawan muda berkumpul di halaman Kantor Berita Antara biro Banda Aceh. Kantor ini tak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman. Ini tempat kumpul-kumpul mereka saban sore, seusai liputan.

Seorang wartawan dikerubungi rekan-rekannya. Ia tengah membalik-balik halaman buku berjudul Inferno. Buku itu seukuran tabloid, bersampul hitam. Inferno, artinya neraka, dalam bahasa Indonesia.

Inferno memuat foto-foto hasil jepretan James Nachtwey, seorang fotografer kelas dunia yang kerap bekerja di wilayah perang. Beberapa kali Nachtwey diganjar penghargaan bergengsi untuk karyanya.

Di buku itu Nacthwey memotret anak-anak yang terjangkit HIV dalam asilum di Rumania, jejak kebiadaban perang di Rwanda, maupun orang-orang kelaparan di Somalia. Ia juga membidik perang etnik dan kuburan massal di Bosnia.

“Benar-benar jahanam!” umpat lelaki itu, sembari menggeleng. (more…)

June 5, 2008

Cinta Lama Endy Bayuni*)

Filed under: Media, Topic — samiajibintang @ 3:33 am

Dia mengawali karier di The Jakarta Post dan kembali lagi setelah malang-melintang di media asing. Dia membawa gaya penulisan baru, pintar membaca peluang bisnis, dan kini memimpin jaringan media Asia.

LELAKI itu berdiri di antara para undangan. Dia mengenakan setelan jas dan celana panjang hitam. Dari balik kacamatanya, dia mengamati orang-orang datang. Di tangannya segelas anggur. Sesekali dia melempar senyum, menyapa, berjabat tangan, tertawa, dan menerima ucapan selamat dari para tamu.

Pesta tengah digelar di tepi kolam renang sebuah hotel berbintang lima di kawasan Kuningan, Jakarta. Lampu-lampu hias meliliti batang palem dan kelapa yang menjulang mengitari kolam. Beberapa pramusaji berjas putih mengedarkan anggur dan minuman ringan di baki.

Di buku tamu saya membaca nama duta besar Amerika Serikat, Inggris, Lebanon, Libya, Chile, Korea Selatan, Meksiko, dan puluhan pejabat serta orang penting lain. Malam itu, Selasa, 25 April 2006, harian The Jakarta Post berulang tahun ke-23.

Lelaki tadi tak lain Endy Mouzardi Bayuni. Sudah dua tahun dia menjabat pemimpin redaksi The Jakarta Post, suratkabar berbahasa Inggris yang diterbitkan Kelompok Kompas Gramedia.

“Ini kesempatan kita melakukan diplomasi lewat jurnalisme,” ujarnya kepada saya malam itu. (more…)

November 14, 2007

Komentar di Maverick

Filed under: Media, Topic — samiajibintang @ 2:46 am

Maverick Indonesia

Samiaji Bintang is a journalist who is a contributor to the “Pantau” foundation of Aceh. Pantau started its life as a magazine published by the Institute for the Study of the Flow of Information (Institut Studi Arus Informasi – ISAI). Due to funding difficulties, the Institute decided to close the magazine in 2003. In August 2003, the people involved in the magazine decided to create the “Pantau” foundation. The magazine was published again with a politico-cultural focus. Alas, financial difficulties once again forced the magazine to close. Pantau is now an online news site that still focuses on the social, political, and cultural issues that affect Aceh.
What struck me about Pantau is that unlike many other media in the country, their articles are presented in a compelling, story-telling style supported with deep research and a complete knowledge of the Aceh culture. This style, this knowledge is reflected in Samiaji Bintang’s blog(more…)

February 20, 2007

Memancing Iklan di Kolam Pilkada

Filed under: Media, Topic — samiajibintang @ 4:52 am

newspaperDUA WAJAH menyembul di balik lipatan harian Serambi Indonesia edisi Senin, 6 November lalu. Sepasang wajah itu juga terpampang di sejumlah billboard di jalan-jalan Banda Aceh dan kabupaten atau kota lain di Aceh dengan embel-embel akronim H2O alias Humam-Hasbi Oke.

Humam Hamid adalah ketua badan pekerja Aceh Recovery Forum, organisasi nonpemerintah yang didirikan pasca tsunami. Sementara Hasbi Abdullah pernah menjadi anggota dewan pakar Partai Persatuan Pembangunan. Keduanya sama-sama mengajar di Universitas Syiah Kuala.

Isi suplemen yang berformat tabloid itu melulu puji-pujian untuk calon gubernur dan wakil gubernur Aceh tersebut, selain ajakan memilih mereka kendati masa resmi kampanye masih dua pekan lagi. Dalam pemilihan umum legislatif tahun 2004 di Aceh, partai berlambang Ka’bah yang mengusung kedua kandidat tadi meraih suara pemilih terbanyak.

Tak ada keterangan ataupun sepotong penjelasan untuk pembaca yang menerangkan bahwa suplemen berbentuk tabloid 16 halaman itu advetorial atau pariwara. Advertorial adalah akronim dari advertisement dan editorial yang pada dasarnya iklan, bukan berita. (more…)

Blog at WordPress.com.