Toedjoeh Koeli Djawa di Tanah Rentjong

Ribuan kuli didatangkan dari tanah Jawa untuk membangun rumah dan infrastruktur di Aceh. Tak sedikit yang ditipu pemborong, dan memilih pulang ke kampung. Tapi sebagian bernasib baik dan berniat tinggal lebih lama.

Pulang ke Bedeng

TELEPON berdering di rumah Muslikun di Dusun Tirem. Senin siang menjelang akhir Maret lalu itu, banyak warga dusun yang berada di Kecamatan Mbrati, Grobogan, Jawa Tengah, sedang sibuk di ladang. Muslikun memilih beristirahat di rumah.

Belum ada sepekan bapak dua anak itu berada di kampung halamannya. Selama berbilang bulan sebelumnya, Muslikun banting tulang di kota metropolitan Jakarta jadi tukang batu dan kuli bangunan. Sedangkan anaknya yang kedua menjadi buruh konveksi di Pejagalan, Jakarta Utara.

Dusun Tirem bukan daerah kaya sumberdaya alam. Tak banyak aktivitas ekonomi yang berkembang di sana. Sebagian muda-mudinya mengadu nasib ke kota-kota besar di Jawa macam Semarang, Surabaya, atau Jakarta. Sedangkan yang berada di kampung umumnya orang bekerja sebagai petani di ladang. Namun kebanyakan sawah yang digarap bukan milik mereka sendiri. Di sana lapangan pekerjaan sedikit. Untuk mendapatkan uang Rp 1 juta dalam tempo cepat jelas bukan perkara gampang.

“Muslikun, kamu mau berangkat ke Aceh ndak?” kata lelaki di ujung telepon yang lain. Continue reading “Toedjoeh Koeli Djawa di Tanah Rentjong”

Advertisements