Aceh di Mata ICG

International Crisis Group meramalkan munculnya konflik baru di Aceh pasca Helsinki. Namun, dalam 13 poin rekomendasi lembaga ini yang ditujukan kepada pemerintah Indonesia, pejabat GAM maupun BRA, tak satu pun menyatakan pentingnya pembentukan KKR sebagai usaha penyelesaian hukum terhadap pelanggaran HAM di Aceh.

MEREKA DUDUK melingkar di sisi meja bundar. Pelayan menyajikan hidangan penutup makan siang. Setelah itu kopi dan teh disodorkan.

“Kami seperti kangen-kangenan, cerita tentang masa lalu. Dia duduk di tempat dia duduk dulu. Aku duduk di tempat aku duduk dulu,” kata Irwandi Yusuf, gubernur Aceh.

Dia yang dimaksud Irwandi adalah Pieter Cornelius Feith yang lebih dikenal dengan Pieter Feith. Ia pernah menjabat ketua Aceh Monitoring Mission (AMM). Lembaga ini dibentuk selepas perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka dan pemerintah Indonesia ditandatangani di Helsinki pada Agustus 2005. Continue reading “Aceh di Mata ICG”

Advertisements