Mengenang Sondang

SAYA hanya mengenalnya lewat media. Ketika itu ia diberitakan tewas setelah membakar dirinya sendiri. Menurut berita-berita yang saya baca, aksi bakar diri itu dipicu oleh rasa kecewa dan murkanya terhadap penguasa yang tak becus mengurus negeri ini. Saya kira, ia tak sendiri.

Sabtu lalu, lagi-lagi lewat media, saya membaca berita yang memuat potongan tulisan yang sempat ia tulis lewat buku pacarnya. Pelan-pelan, di dalam hati saya membaca tulisan itu.

… terkutuklah buat ketidakadilan

terkutuklah buat ketidakpedulian,

terkutuklah buat kemiskinan,

terkutuklah buat rasa sakit dan sedih,

terkutuklah buat para penguasa jahat,

terkutuklah buat para penjahat, setelah aku tidak punya rasa lagi.”

Saya menunduk, mengenang seseorang bernama Sondang.

Leave a comment

Filed under Social

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s